Universitas Terbuka Adalah Impianku Sejak SMP
Assalamualaikum ...
Perkenalkan saya Epanudin , ini adalah tulisan blog pertama saya yang saya buat , jujur saja saya sebenarnya sudah lama ingin belajar "menulis" di blog tapi masih ragu-ragu dengan menulis dan sekarang dengan kegiatan saya yang memang banyak waktu kosong jadilah sekarang kesampaian untuk menulis sembari mengisi waktu. Oh ya sebelum cerita saya sampai ke dalam lagi , alangkah baiknya jika saya memperkenalkan diri saya lebih detail lagi , saya lahir di Tegal , Jawa Tengah , usia sekarang sudah 23 tahun , saya adalah anak dari 6 saudara , saya mempunyai kakak cowo 1 dan cewe 1 , Dan 3 adik saya 2 cowo 1 cewe dan saya sendiri anak nomor 3 . Hehehe
Saya akan memulai cerita tentang saya berawal dari kelulusan SD Tahun 2008
Waktu itu setelah menerima surat kelulusan rasanya senang sekali , meskipun nilai UASBN yang di dapat tidak begitu tinggi namun saya patut syukuri karena lebih baik dari teman - teman tetangga dekat saya sendiri yang berjumlah 7 orangan. Terus berhubung kaka tertua saya juga baru lulus dr SMP NU ( swasta ) saya di sarankan untuk mendaftarkan diri di sekolah tersebut , singkat cerita saya di terima , dan waktu itu bagi calon siswa baru yang di nyatakan di terima harus membayar sejumlah uang Rp. 26.000 untuk daftar ulang ( kalo tidak lupa ) , setelah menerima informasi tersebut saya segera ngasih tahu ke orang tua , minta uang Rp. 26.000 untuk biaya daftar ulang , tapi waktu itu orang tua saya memang tidak punya uang , namun menjanjikan kalo bapak baru ada uang di hari lain , setelah itu saya hanya berharap semoga bisa tetap melanjutkan sekolah walau sedikit ada kendala di biaya. Pagi hari sabtu dimana hari teman2 sudah memepersiapkan uangnya itu , mereka segera berangkat ke sekolah baru itue SMP , saya pun ikut-ikutan berangkat walau belum ada uangnya. Dan setelah sampai di SMP mulai ada rasa takut dan malu , gimana kalo nama ku di panggil guru , sementara saya belum ada uang ,saya bingung mau kemana , akhirnya saya bersembunyi di toilet sekola dan menangis ,menghindari keramaian anak-anak yang daftar ulang
. Setelah pulang ke rumah saya sampai kan yang terjadi , ke kos saudara tanggapan saudara pun ikut prihatin mendengar nya. Ibu saya pun nggak jauh beda , habis itu ibu memutuskan untuk tidak usah sekolah dan pada waktu itu saya nurut saja.
Selama
Perkenalkan saya Epanudin , ini adalah tulisan blog pertama saya yang saya buat , jujur saja saya sebenarnya sudah lama ingin belajar "menulis" di blog tapi masih ragu-ragu dengan menulis dan sekarang dengan kegiatan saya yang memang banyak waktu kosong jadilah sekarang kesampaian untuk menulis sembari mengisi waktu. Oh ya sebelum cerita saya sampai ke dalam lagi , alangkah baiknya jika saya memperkenalkan diri saya lebih detail lagi , saya lahir di Tegal , Jawa Tengah , usia sekarang sudah 23 tahun , saya adalah anak dari 6 saudara , saya mempunyai kakak cowo 1 dan cewe 1 , Dan 3 adik saya 2 cowo 1 cewe dan saya sendiri anak nomor 3 . Hehehe
Saya akan memulai cerita tentang saya berawal dari kelulusan SD Tahun 2008
Waktu itu setelah menerima surat kelulusan rasanya senang sekali , meskipun nilai UASBN yang di dapat tidak begitu tinggi namun saya patut syukuri karena lebih baik dari teman - teman tetangga dekat saya sendiri yang berjumlah 7 orangan. Terus berhubung kaka tertua saya juga baru lulus dr SMP NU ( swasta ) saya di sarankan untuk mendaftarkan diri di sekolah tersebut , singkat cerita saya di terima , dan waktu itu bagi calon siswa baru yang di nyatakan di terima harus membayar sejumlah uang Rp. 26.000 untuk daftar ulang ( kalo tidak lupa ) , setelah menerima informasi tersebut saya segera ngasih tahu ke orang tua , minta uang Rp. 26.000 untuk biaya daftar ulang , tapi waktu itu orang tua saya memang tidak punya uang , namun menjanjikan kalo bapak baru ada uang di hari lain , setelah itu saya hanya berharap semoga bisa tetap melanjutkan sekolah walau sedikit ada kendala di biaya. Pagi hari sabtu dimana hari teman2 sudah memepersiapkan uangnya itu , mereka segera berangkat ke sekolah baru itue SMP , saya pun ikut-ikutan berangkat walau belum ada uangnya. Dan setelah sampai di SMP mulai ada rasa takut dan malu , gimana kalo nama ku di panggil guru , sementara saya belum ada uang ,saya bingung mau kemana , akhirnya saya bersembunyi di toilet sekola dan menangis ,menghindari keramaian anak-anak yang daftar ulang
. Setelah pulang ke rumah saya sampai kan yang terjadi , ke kos saudara tanggapan saudara pun ikut prihatin mendengar nya. Ibu saya pun nggak jauh beda , habis itu ibu memutuskan untuk tidak usah sekolah dan pada waktu itu saya nurut saja.
Selama
Komentar
Posting Komentar